Powered By Blogger
Tampilkan postingan dengan label fakta ilmiah tentang Al-Qur'an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fakta ilmiah tentang Al-Qur'an. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Agustus 2015

ORANG BARAT ''Terkejut dengan CARA ISLAM MENYEMBELIH SAPI (belajar lebih banyak tentang agama islam dan Al-Qur'an )

Assalammualaikum
ORANG BARAT “Terkejut Dengan CARA ISLAM MENYEMBELIH SAPI“
Masya Allah, semakin Maju Penelitian Ilmiyah Semakin Membuktikan Kebenaran Islam.
Jelang Hari Raya Idul Adha atau hari raya kurban, jangan pernah makan daging sapi tanpa disembelih, ternyata syariat Islam ini membuat orang barat terkejut.
Simak penelitian ini.
1. Rasulullah tak pernah belajar cardiology tapi syari’atnya membuktikan penelitian ilmu modern.
2. Melalui penelitian ilmiah yang dilakukan oleh dua staf ahli peternakan dari Hannover University, sebuah universitas terkemuka di Jerman. Yaitu: Prof.Dr. Schultz dan koleganya, Dr. Hazim. Keduanya memimpin satu tim penelitian terstruktur untuk menjawab pertanyaan: manakah yang lebih baik dan paling tidak sakit, penyembelihan secara Syari’at Islam yang murni (tanpa proses pemingsanan) ataukah penyembelihan dengan cara Barat (dengan pemingsanan)?
3. Keduanya merancang penelitian sangat canggih, mempergunakan sekelompok sapi yang telah cukup umur (dewasa). Pada permukaan otak kecil sapi-sapi itu dipasang elektroda (microchip) yang disebut Electro-Encephalograph (EEG). Microchip EEG dipasang di permukaan otak yang menyentuh titik (panel) rasa sakit di permukaan otak, untuk merekam dan mencatat derajat rasa sakit sapi ketika disembelih. Di jantung sapi-sapi itu juga dipasang Electro Cardiograph (ECG) untuk merekam aktivitas jantung saat darah keluar karena disembelih.
4. Untuk menekan kesalahan, sapi dibiarkan beradaptasi dengan EEG maupun ECG yang telah terpasang di tubuhnya selama beberapa minggu. Setelah masa adaptasi dianggap cukup, maka separuh sapi disembelih sesuai dengan Syariat Islam yang murni, dan separuh sisanya disembelih dengan menggunakan metode pemingsanan yang diadopsi Barat.
5. Dalam Syariat Islam, penyembelihan dilakukan dengan menggunakan pisau yang tajam, dengan memotong tiga saluran pada leher bagian depan, yakni: saluran makanan, saluran nafas serta dua saluran pembuluh darah, yaitu: arteri karotis dan vena jugularis.
6. Patut pula diketahui, syariat Islam tidak merekomendasikan metoda atau teknik pemingsanan. Sebaliknya, Metode Barat justru mengajarkan atau bahkan mengharuskan agar ternak dipingsankan terlebih dahulu sebelum disembelih.
7. Selama penelitian, EEG dan ECG pada seluruh ternak sapi itu dicatat untuk merekam dan mengetahui keadaan otak dan jantung sejak sebelum pemingsanan (atau penyembelihan) hingga ternak itu benar-benar mati. Nah, hasil penelitian inilah yang sangat ditunggu-tunggu!
8. Dari hasil penelitian yang dilakukan dan dilaporkan oleh Prof. Schultz dan Dr. Hazim di Hannover University Jerman itu dapat diperoleh beberapa hal sbb.:
Penyembelihan Menurut Syariat Islam
Hasil penelitian dengan menerapkan praktek penyembelihan menurut Syariat Islam menunjukkan:
Pertama
Pada 3 detik pertama setelah ternak disembelih (dan ketiga saluran pada leher sapi bagian depan terputus), tercatat tidak ada perubahan pada grafik EEG. Hal ini berarti bahwa pada 3 detik pertama setelah disembelih itu, tidak ada indikasi rasa sakit.
Kedua
Pada 3 detik berikutnya, EEG pada otak kecil merekam adanya penurunan grafik secara bertahap yang sangat mirip dengan kejadian deep sleep (tidur nyenyak) hingga sapi-sapi itu benar-benar kehilangan kesadaran. Pada saat tersebut, tercatat pula oleh ECG bahwa jantung mulai meningkat aktivitasnya.
Ketiga
Setelah 6 detik pertama itu, ECG pada jantung merekam adanya aktivitas luar biasa dari jantung untuk menarik sebanyak mungkin darah dari seluruh anggota tubuh dan memompanya keluar. Hal ini merupakan refleksi gerakan koordinasi antara jantung dan sumsum tulang belakang (spinal cord). Pada saat darah keluar melalui ketiga saluran yang terputus di bagian leher tersebut, grafik EEG tidak naik, tapi justru drop (turun) sampai ke zero level (angka nol). Hal ini diterjemahkan oleh kedua peneliti ahli itu bahwa: “No feeling of pain at all!” (tidak ada rasa sakit sama sekali!).
Keempat
Karena darah tertarik dan terpompa oleh jantung keluar tubuh secara maksimal, maka dihasilkan healthy meat (daging yang sehat) yang layak dikonsumsi bagi manusia. Jenis daging dari hasil sembelihan semacam ini sangat sesuai dengan prinsip Good Manufacturing Practise (GMP) yang menghasilkan Healthy Food.
Penyembelihan Cara Barat
Pertama
Segera setelah dilakukan proses stunning (pemingsanan), sapi terhuyung jatuh dan collaps (roboh). Setelah itu, sapi tidak bergerak-gerak lagi, sehingga mudah dikendalikan. Oleh karena itu, sapi dapat pula dengan mudah disembelih tanpa meronta-ronta, dan (tampaknya) tanpa (mengalami) rasa sakit. Pada saat disembelih, darah yang keluar hanya sedikit, tidak sebanyak bila disembelih tanpa proses stunning (pemingsanan).
Kedua
Segera setelah proses pemingsanan, tercatat adanya kenaikan yang sangat nyata pada grafik EEG. Hal itu mengindikasikan adanya tekanan rasa sakit yang diderita oleh ternak (karena kepalanya dipukul, sampai jatuh pingsan).
Ketiga
Grafik EEG meningkat sangat tajam dengan kombinasi grafik ECG yang drop ke batas paling bawah. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan rasa sakit yang luar biasa, sehingga jantung berhenti berdetak lebih awal. Akibatnya, jantung kehilangan kemampuannya untuk menarik dari dari seluruh organ tubuh, serta tidak lagi mampu memompanya keluar dari tubuh.
Keempat
Karena darah tidak tertarik dan tidak terpompa keluar tubuh secara maksimal, maka darah itu pun membeku di dalam urat-urat darah dan daging, sehingga dihasilkan unhealthy meat (daging yang tidak sehat), yang dengan demikian menjadi tidak layak untuk dikonsumsi oleh manusia. Disebutkan dalam khazanah ilmu dan teknologi daging, bahwa timbunan darah beku (yang tidak keluar saat ternak mati/disembelih) merupakan tempat atau media yang sangat baik bagi tumbuh-kembangnya bakteri pembusuk, yang merupakan agen utama merusak kualitas daging.
Bukan Ekspresi Rasa Sakit!
Meronta-ronta dan meregangkan otot pada saat ternak disembelih ternyata bukanlah ekspresi rasa sakit! Sangat jauh berbeda dengan dugaan kita sebelumnya! Bahkan mungkin sudah lazim menjadi keyakinan kita bersama, bahwa setiap darah yang keluar dari anggota tubuh yang terluka, pastilah disertai rasa sakit dan nyeri. Terlebih lagi yang terluka adalah leher dengan luka terbuka yang menganga lebar…!
Hasil penelitian Prof. Schultz dan Dr. Hazim justru membuktikan yang sebaliknya. Yakni bahwa pisau tajam yang mengiris leher (sebagai syariat Islam dalam penyembelihan ternak) ternyata tidaklah ‘menyentuh’ saraf rasa sakit. Oleh karenanya kedua peneliti ahli itu menyimpulkan bahwa sapi meronta-ronta dan meregangkan otot bukanlah sebagai ekspresi rasa sakit, melainkan sebagai ekspresi ‘keterkejutan otot dan saraf’ saja (yaitu pada saat darah mengalir keluar dengan deras). Mengapa demikian? Hal ini tentu tidak terlalu sulit untuk dijelaskan, karena grafik EEG tidak membuktikan juga tidak menunjukkan adanya rasa sakit itu.
Subhanallah… Memang selalu ada jawaban dari setiap pertanyaan tentang kebenaran Islam. Selalu ada penguatan Allah dari setiap adanya usaha pelemahan dari musuh Dien-Nya yang mulia ini.
Sebenarnya, sudah tidak ada alasan lagi menyimpan rasa tak tega melihat proses penyembelihan kurban, karena aku sudah tahu bahwa hewan ternak tersebut tidak merasakan sakit ketika disembelih. Dan yang paling penting, aku dapat mengerti hikmah dari salah satu Syariah Islam dan keberkahan yang tersimpan di dalamnya.
Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat.
Silakan di-share untuk teman Anda,
sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun.
Jika mereka tergerak hatinya untuk menghidupkan Al-Quran di tempat tinggalnya setelah membaca artikel yang Anda share, maka semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Aamiin
Ada 2 pilihan untuk Anda:
1. Biarkan di dalam BBM, catatan atau pikiran Anda
tanpa bermanfaat untuk orang lain.
2. Anda sebarkan pada semua kenalan anda. Rasulullah SAW
bersabda, “Barangsiapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja
dan ada orang yang mengamalkan, maka walaupun yang menyampaikan
sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala.

Rabu, 19 Agustus 2015

6 Bukti Bahwa Al-Qur'an Bukan Buatan Manusia


Al-Qur’an merupakan kitab suci umat Islam yang berasal dari firman Allah dan bukan dari buatan manusia bahkan bukan buatan Nabi Muhammad sekalipun dan Bukti Bahwa Al-Qur'an Bukan Buatan Manusia telah banyak dibuktikan oleh banyak ahli yang mengkajinya. Keaslian Al-Qur’an tidak dapat diragukan lagi karena tidak ada seorang pun didunia ini yang mampu mengarang isi kitab ini meskipun hanya satu ayat.
6 Bukti Bahwa Al-Qur'an Bukan Buatan Manusia

Inilah 6 Bukti Bahwa Al-Qur'an Bukan Buatan Manusia
Al-Qur’an adalah kitab suci yang berisi tentang semua yang ada didunia ini dan juga berisi ajaran yang dapat membawa manusia ke jalan yang benar. Isi kandungan kitab ini telah dikaji oleh banyak ahli dan telah terbukti kebenarannya, sehingga tidak diragukan lagi jika Al-Qur’an bukan buatan manusia melainkan firman Allah yang sesungguhnya.

Ada beberapa bukti bahwa Al-Qur’an itu firman Allah bukannya buatan manusia ataupun buatan Nabi Muhammad, diantaranya adalah:

1. Gaya bahasa yang berbeda.
Gaya bahasa yang digunakan dalam Al-Qur’an sangat berbeda dengan gaya bahasa yang digunakan oleh Nabi Muhammad dan orang-orang arab pada umumnya. Bahkan gaya bahasa kitab suci ini tidak dapat ditemukan diberbagai belahan dunia manapun karena Al-Qura’an merupakan firman Allah yang tidak dapat disamai dengan makhluknya.

2. Eksistensi ketuhanan.
Dalam Al-Qur’an Tuhan selalu menyombongkan diri-Nya dengan menunjukkan ego-Nya yaitu Maha Kuasa, Maha Perkasa, Maha Pemberi, Maha Adil, Maha Bijaksana, dan semua rasa kasih sayang-Nya tidak membuat Tuhan menjadi lemah. Jika Al-Qur’an merupakan buatan manusia atau buatan Nabi Muhammad maka gaya bahasa yang digunakan akan mirip. Seseorang tidak mungkin memiliki dua gaya bahasa berbeda dalam penulisannya, hal ini merupakan hal yang mutlak dan telah dibuktikan oleh para ahli bahasa, jadi Al-Qur’an tidak dibuat-buat sembarangan oleh manusia.

3. Nabi Muhammad buta huruf.
Nabi Muhammad tidak pernah mengenyam pendidikan selama hidupnya sehingga dapat dipastikan bahwa beliau tidak mengenal sama sekali tentang baca dan tulis atau bisa disebut buta huruf atau buta aksara. Sekarang ini Al-Qur’an telah menjadi rujukan bagi orang-orang muslim dan juga non muslim untuk kemajuan mereka, jadi mustahil jika seseorang yang buta aksara mampu menulis sebuah kitab yang dapat menjadi rujukan semua orang hingga saat ini.

4. Isi Al-Qur’an melampui akal sehat manusia.
Dalam Al-Qur’an berisi hal-hal yang sangat menakjubkan dan sangat komplek sehingga melampui akal manusia. Beberapa isi kitab ini yang melampui akal manusia adalah seputar kosmos, pola pikir, pernikahan, ibadah, interaksi, perang, ekonomi, dll yang sangat komplek dan tidak mungkin dapat dibuat oleh manusia.

5. Al-Qur’an mengandung ilmu pengetahuan modern.
Salah satu bukti keaslian Al-Qur’an adalah kandungan ilmu pengetahuan modern didalamnya. Dalam Al-Qur’an juga dijelaskan seputar pengetahuan modern diantaranya yaitu kosmos atau alam semesta, ilmu kedokteran, ilmu matematika, dst. Padahal pada zaman itu manusia belum bisa memahami ilmu modern yang ada dalam Al-Qur’an dan baru bisa dibuktikan di era sekarang ini.

Al-Qur’an merupakan sumber ilmu dari semua zaman dan bahkan sumber bagi zaman yang akan datang. Hal ini telah terbukti dengan adanya ilmu-ilmu modern yang terkandung dalam Al-Qur’an sejak berabad-abad lalu dan sekarang banyak dibuktikan oleh para ilmuwan. Jadi tidak mungkin jika kitab suci ini dibuat oleh seorang manusia.

6. Mengandung teguran untuk Nabi Muhammad.
Jika Al-Qur’an dibuat oleh Nabi Muhammad maka tidaklah mungkin didalam kitab ini terdapat teguran untuknya. Dengan jelas Allah telah menegur nabi Muhammad dalam Al-Qur’an yaitu pada surat At-Taubah di ayat 113 dan juga At-Tahrim di ayat 1.

Itulah beberapa bukti bahwa Al-Qur'an bukan buatan manusia dan bahkan bukan buatan Nabi Muhammad sekalipun tetapi Al-Qur’an adalah firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad.

OLEH 

MONDAY, AUGUST 17, 2015


Sabtu, 16 Mei 2015

Benarkah Tumbuhan Bertasbih Kepada Allah?

Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun." [QS. Al-'Isrā' ayat 44]

Demikianlah arti dari surat Al-'Isrā' ayat 44 yang menerangkan bahwa segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi termasuk pepohonan, mereka semua bertasbih memuji yang telah menciptakannya, Allah SWT.

Tumbuhan bertasbih? mungkin terdengar konyol apabila kita hanya melihat tumbuhan sebagai makhluk hidup yang bahkan tidak bisa berbicara sama sekali, namun mari kita baca pengakuan dari Prof. William Brown yang telah meneliti tumbuhan dan ia menemukan kebenaran dari Alquran.
Benarkah Tumbuhan Bertasbih Kepada Allah?

Majalah sains ternama, Journal of Plant Molecular Biologies mengungkapkan bahwa ada sekelompok ilmuwan yang mengadakan sebuah penelitian terhadap tumbuh-tumbuhan.

Hingga pada akhirnya, para peneliti tersebut mendapati tumbuhan-tumbuhan tersebut ternyata mengeluarkan suara-suara halus yang tidak dapat didengar oleh telinga biasa. Namun, suara tersebut berhasil direkam dan disimpan pada sebuah alat perekam khusus yang mampu mendengar suara-suara tersebut.

Para ilmuwan tersebut menghabiskan waktu lebih dari 3 tahun untuk meneliti fenomena yang baru mereka dapati selama ini. Mereka berhasil menganalisis denyutan atau detak suara tersebut sehingga menjadi isyarat-isyarat yang bersifat cahaya elektrik dengan sebuah alat canggih yang bernama Oscilloscope.

Para ilmuwan tersebut akhirnya bisa memvisualkan detak suara tersebut, mereka melihat bahwa denyutan cahaya elektrik itu berulang lebih dari 1000 kali dalam satu detik.

Prof. William Brown yang memimpin para pakar sains untuk mengkaji fenomena tersebut mengisyaratkan setelah dicapainya hasil bahwasanya tidak ada penafsiran ilmiah atas fenomena tersebut.

Padahal seperti diakui oleh sang profesor bahwa pihaknya telah menyerahkan hasil penelitian mereka kepada universitas-universitas serta pusat-pusat kajian di Amerika juga Eropa, akan tetapi semuanya tidak sanggup menafsirkan fenomena bahkan semuanya tercengang tidak tahu harus berkomentar apa.

Pada kesempatan terakhir, fenomena tersebut dihadapkan dan dikaji oleh para pakar dari Britania, dan di antara mereka ada seorang ilmuwan muslim yang berasal dari India.

Setelah 5 hari mengadakan kajian dan penelitian ternyata para ilmuwan dari Inggris tersebut angkat tangan. Namun, ilmuwan muslim itu berkata: "Kami umat Islam tahu tafsir dan makna dari fenomena ini, bahkan semenjak 1.400 tahun yang lalu."

Para ilmuwan yang hadir dibuat tersentak oleh perkataan ilmuwan muslim tersebut, mereka meminta kepada ilmuwan tersebut untuk menunjukkan tafsir dan makna dari fenomena tersebut.

Kemudian, sang ilmuwan muslim tersebut membacakan firman Allah:

"...Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun." [QS. Al-'Isrā' ayat 44]

Setelah mendengar jawaban ilmuwan muslim tersebut, Prof. William Brown menemui ilmuwan tersebut untuk mempelajari Islam lebih jauh lagi. Maka ilmuwan tersebut pun menerangkan kepadanya tentang Islam, setelah itu ia memberikan hadiah Alquran dan terjemahnya kepada sang profesor.

Selang beberapa hari setelah itu, profesor William mengadakan ceramah di Universitas Carnich–Miloun, ia mengatakan:

"Dalam hidupku, aku belum pernah menemukan fenomena semacam ini selama 30 tahun menekuni pekerjaan ini, dan tidak ada seorang ilmuwan pun dari mereka yang melakukan pengkajian yang sanggup menafsirkan apa makna dari fenomena ini. Begitu pula tidak pernah ditemukan kejadian alam yang bisa menafsirinya. Akan tetapi satu-satunya tafsir yang bisa kita temukan adalah dalam Alquran. Hal ini tidak memberikan pilihan lain buatku selain mengucapkan syahadatain: "Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang haq melainkan Allah, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya".

Profesor William Brown akhirnya menegaskan keislamannya dihadapan para hadirin dan membuat mereka tercengang.

Rahasia Langit di dalam Al Quran

Ada sesuatu yang hilang dari kehidupan masyarakat kota saat ini. Sesuatu yang hilang yaitu adalah keindahan langit, cahaya lampu-lampu kota telah merampas hak kerlip bintang-bintang di langit untuk menembus setiap qalbu. Sedangkan gedung-gedung yang tinggi menghalangi indahnya saat-saat matahari terbit yang penuh makna.

Mungkin hal itu adalah salah satu sebab kurang pekanya qalbu kita membaca ayat-ayat-Nya di alam. Padahal Allah SWT telah berulang kali mengingatkan kita melalui firman-firman-Nya yang menjelaskan tentang penciptaan langit dan siang dan malam itu terdapat tanda-tanda kebesaran-Nya.
Rahasia Langit yang Menakjubkan di dalam Al Quran

Seperti dalam surat berikut ini Allah berfirman:

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka." [QS. Ali Imran ayat 190-191]

Menurut salah satu riwayat, setelah ayat itu turun kepada Rasulullah SAW kemudian beliau menangis. Bilal yang menemuinya pada waktu subuh bertanya kepada Rasulullah, "Apa yang membuatmu menangis Ya Rasulullah?", kemudian menjelaskan bahwa pada malam itu turunlah ayat yang amat berat maknanya, sedangkan sedikit dari umatnya yang merenungkannya.

Mugkin banyak di antara kita yang sering membaca tasbih, tahmid, takbir dan tahlil, tetapi hanya sebatas formalitas zikir sesudah shalat. Sehingga fenomena yang kita lihat adalah mengejar kuantitas jumlah bacaan, bahkan kadang dengan pelafalan yang kurang sempurna.

Zikir sebenarnya tidak hanya di ucapkan sesudah shalat saja, tetapi berlaku sepanjang kehidupan kita. Namun sayang, suasana kota dan kesibukanlah yang terkadang membuat kita lalai untuk selalu berzikir kepada-Nya.

Apabila setiap hari Anda di hadapkan dengan suasana kota seperti kemacetan dan gedung-gedung tinggi yang mempengaruhi suasana hati, mungkin zikir akan terus terlupakan dan berganti dengan keresahan dan kejenuhan.

Beruntunglah bila kita masih bisa menikmati langit malam yang indah ini, matikanlah lampu luar untuk sesaat dan pandangilah langit yang bertabur bintang.

Bila daerah Anda tidak terlalu parah terkena dampak polusi cahaya, maka Anda dapat menyaksikan penampakkan galaksi bima sakti yang memiliki miliyaran bintang membujur di langit. Dan sesekali mungkin akan Anda dapat menjumpai meteor yang seperti bintang jatuh.

Dalam keheningan malam, ingatlah Allah. Renungkanlah ayat-ayat-Nya yang terlukis indah di langit. Ucapan tasbih, tahmid, takbir dan tahlil pada saat itu akan lebih mendalam merasuk qalbu daripada ucapan yang hanya berpacu pada hitungan biji tasbih atau jari.

Di tengah keluasan langit, maka kita akan menyadari bahwa bumi kita ini hanyalah sebuah planet mungil di antara keluarga matahari. Sedangkan matahari hanyalah sebuah bintang kecil di galaksi bima sakti.

Karena, masih banyak sekali bintang-bintang raksasa yang ukurannya ratusan juta kali lipat ukurang matahari. Ilmu modern sendiri menyebutkan bahwa galaksi sendiri hanya dihuni oleh miliyaran bintang, gas dan debu yang merupakan bahan baku pembentuk bintang-bintang baru.

Sedangkan jumlah galaksi yang ada pada alam semseta ini tidak terhitung jumlahnya. Di dalam Al Quran dan Hadits, sering sekali kita menemukan ungkapan tentang langit, khususnya dalam ungkapan tujuh langit. Lalu apakah hakikat langit? apakah langit biru yang ada di atas sana?

Pengetahuan modern saat ini menyebutkan bahwa langit biru terbentuk hanya karena hamburan cahaya matahari yang disebabkan oleh partikel-partikel atmosfer. Di luar atmosfer bumi, warna biru tdak ada lagi, yang ada hanyalah warna hitam dan titik-titik cahaya bintang, galaksi dan benda-benda langit lainnya.

Allah SWT berfirman:

"Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu." [QS. Al-Baqarah ayat 29]

Pada artikel sebelumnya yang berjudul Dimanakah Letak Tujuh Langit Itu? kita sudah mengetahui bahwa pemahaman bilangan tujuh dalam beberapa hal di dalam Al-Quran tidak selalu menyatakan eksak dalam sistem desimal.

Hingga makna tujuh lapis langit yang di gambarkan oleh para mufassirin lama apalagi dalam kisah Isra' Mi'raj mesti di kaji ulang. Konsep tujuh lapis langit selalu mengacu pada konsep geosentrik, yaitu yang menganggap bumi sebagai pusat alam semsesta yang di lingkupi oleh lapisan-lapisan langit.

Misalnya di langit pertama ada bulan, benda langit yang bergerak tercepat sehingga disimpulkan sebagai yang paling dekat. Langit ke dua ditempati Merkurius (bintang Utarid). Venus (bintang kejora) berada di langit ke tiga.

Sedangkan matahari ada di langit ke empat. Di langit ke lima ada Mars (bintang Marikh). Di langit ke enam ada Jupiter (bintang Musytari). Langit ke tujuh ditempati Saturnus (bintang Siarah/Zuhal). Itu keyakinan lama yang menganggap bumi sebagai pusat alam semesta.

Di dalam Al-Qur’an ungkapan ‘tujuh’ atau ‘tujuh puluh’ sering mengacu pada jumlah yang tak terhitung. Contoh pada surat Al-Baqarah ayat 261, disana Allah menjanjikan:

"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui." [QS. Al-Baqarah ayat 261]

Daur Ulang dalam Evolusi Bintang


Di dalam Al-Quran Allah telah mengisyaratkan bahwa langit tercipta dari 'Dukhan', yaitu kabut. Allah SWT berfirman:

"Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati". [QS. Fuşşilat ayat 11]

Kini sudah di yakini tentang kebenaran ayat itu berdasarkan pengamatas secara visual, inframerah ataupun radio. Bintang-bintang lahir dari awan molekul, partikel-pertikel oleh gaya gravitasi runtuh ke intinya menjadi inti bintang.

Akibat rotasi gumpalan awan molekul, sebagian materi tidak jatuh ke intinya. Tetapi ke sekitar inti membentuk piringan, inti bintang itu mulai memanas tetapi masih diselimuti awan dan debu yang sangat dingin dibawah minus 200 derajat celcius.

Ibarat kepompong, inti bintang itu tidak terlihat dari luar. Yang terlihat dan teramati hanyalah selimut debunya, itupun hanya pancaran inframerah dan radio saja yang bisa terdeteksi.

Hembusan angin bintang lambat laun akan mengusir debu dan gas di sekitar bintang itu, yang terasa adalah piringan debu dan gas di sekitar equatornya.

Piringan gas dan debu itu di yakini sebagai cikal bakal planet. Dengan tersibaknya selimut debu, inti dari bintang akan mulai teramati secara visual meski masih tampak redup.

Kini diketahui banyak bintang yang masih memiliki piringan debu dan gas yang umurnya masih beberapa juta tahun. Matahari kita tergolong bintang remaja yang baru berumur 4,5 miliyar tahun.

Inti yang semakin panas itu akhirnya akan memunculkan reaksi fusi nuklir. Reaksi fusi nuklir inilah yang menjadi energi bintang termasuk matahari hingga akhirnya bersinar.

Angin bintang dan tekanan radiasi, pada akhirnya akan menyingkirkan debu-debu di piringan. Dan menyisakan planet-planet yang terbentuk dan sedikit debu-debu antar-planet.

Akhirnya, bintang pun akan mati. Akhir kehidupannya tergantung massa dan keadaan fisik bintang. Ada bintang yang mengembang lalu melepaskan materi-materinya ke angkasa.

Ada pula yang meledak yang disebut dengan supernova. Nah, materi-materi yang terlepas ke angkasa ini akan menjadi bahan dasar pembentukan bintang baru.

Begitulah Allah SWT mendaur ulangkan materi di alam ini.

Posisi Manusia di Alam Semesta


Bayangkanlah kita tinggal di planet bumi ini dan bandingkanlah dengan keluasan alam semesta. Sungguh sebenarnya kita ini kecil, manusia hanyalah makhluk yang sangat lemah di hadapan Allah ta'ala.

Saat ini telah di yakini bahwa bumi kita bukanlah pusat alam semesta seperti yang di yakini oleh orang-orang zaman dulu, bumi kita hanyalah satu planet kecil di tata surya.

Empat planet raksasa, Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus berukuran jauh lebih besar daripada planet kita. Jupiter bermasa sekitar 300x massa bumi, tetapi matahari yang merupakan bintang terdekat dan induk tata surya bermassa jauh lebih besar lagi, sekitar 300ribu kali massa bumi dan berukuran lebih dari 1juta kali besar ukuran bumi.

Gaya gravitasinya mampu menahan semua anggota tata surya yang terdiri dari sedikitnya 8 planet, 42 satelit, ratusan ribu asteroid, miliyaran komet dan tak terhitung bongkahan batu, logam atau es yang disebut dengan meteorit yang bertaburan di tata surya.

Sedangkan matahari hanyalah bintang kuning yang berukuran sedang. Ribuan bintang lagi, bisa kita lihat di langit yang di antaranya memiliki ukuran ratusan kali dari ukuran matahari.

Semuanya merupakan anggota yang menghuni galaksi kita, bima sakti. Galaksi kita di golongkan sebagai galaksi spiral, berbentuk seperti huruf S, dengan lengan tunggal atau majemuk.

Diameternya sekitar 100,000 tahun cahaya yang artinya dari ujung ke ujung akan di tempuh oleh cahaya selama 100,000 tahun. Tata surya kita berjarak sekitar 30,000 tahun cahaya dari pusat bima sakti dan mengorbit dengan kecepatan sekitar 200-300 km/s sekali dalam 200juta tahun.

Mungkin ada bintang yang ada di bima sakti yang memiliki tata planet, namun karena jaraknya yang sangat jauh maka sulit untuk menemukannya.

Dengan teropong besarpun bintang-bintang itu hanya akan terlihat seperti titik-titik cahaya. Jika kita menembus ke kedalaman langit lebih jauh lagi, mungkin kita akan menjumpai jutaan bahkan milyaran galaksi-galaksi lain.

Galaksi-galaksi itu bagaikan pulau-pulau yang saling berjauhan yang berpenghuni milyaran bintang pula. Keluasan langit itu juga di jelaskan di dalam Al-Quran:

"Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu." [QS. At-Talaq ayat 12]

Tujuh langit bermakna benda-benda langit yang tak terhitung banyaknya, sedangkan tujuh bumi mengisyaratkan bahwa banyaknya planet lain di luar tata surya kita yang mungkin tedapat kehidupan.

Isyarat lebih nyata dapat kita jumpai dalam surat berikut:

"Di antara (ayat-ayat) tanda-tanda-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang melata Yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya." [QS. Ash-Shūraá ayat 29]

Usaha dalam mencari kehidupan di planet lain pernah dilakukan khususnya dalam mencari makhluk-makhluk cerdas. Beberapa pesawat antariksa seperti Apollo dan Venera di luncurkan untuk meneliti dan mencari tahu kehidupan di luar bumi.

Pesawat antariksa lainnya adalah Voyager I dan II yang saat ini mulai berada di tepian galaksi bima sakti pun belum menemukan tanda-tanda kehidupan di luar bumi.

Mereka di bekali informasi tentang posisi bumi, serta berbagai macam suara alam yang ada di bumi ini. Di harapkan pesawat-pesawat tersebut dapat bertemu dengan makhluk cerdas yang mampu menerjemahkan pesan tersebut.

Yang diharapkan nantinya akan ada peradaban lintas galaksi seperti imajinasi dalam film Star Trek, bukan lagi antar bangsa di bumi.

Namun hingga saat ini, wahana tersebut belum ada yang dapat menemukan keberadaan makhluk cerdas lain. Sehingga semua itu masih menjadi rahasia Allah SWT.

Ilmuwan: Alam Semesta Itu Berbentuk Sangkakala

Sangkakala adalah sebuah terompet raksasa yang berbentuk seperti tanduk dari cahaya dan memiliki ukuran yang sangat luar biasa besar. Dalam sebuah hadits, Rasulullah menjelaskan bahwa sangkakala itu dibuat oleh Allah setelah Allah selesai menciptakan alam semesta beserta isinya, Allah menciptakan sangkakala kemudian diberikan kepada malaikat Israfil.

Pada hari kiamat nanti, sangkakala akan di tiup oleh malaikat Israfil setelah Allah memerintahkannya. Setelah itu, hancurlah alam beserta isinya pada tiupan Nafkhatus sa'aq, musnahlah segala makhluk yang ada di langit dan di bumi kecuali yang dikehendaki oleh-Nya.

Sangkakala saat ini masih menjadi misteri di kalangan para ilmuwan, namun bagi kita yang mempercayai janji Allah, tentu kita tidak boleh ragu tentang apa yang diberitakan oleh Alquran kepada kita semua.
Ilmuwan: Alam Semesta Itu Berbentuk Sangkakala

Para peneliti dan ilmuwan saat ini banyak sekali yang mempelajari tentang alam semesta, hingga akhirnya seorang ilmuwan mengklaim bahwa ia berhasil mengungkap misteri sangkakala.

Seorang profesor dari Universitas Ulm mengemukakan kesimpulan yang mencengangkan. Prof. Frank Steiner mengatakan bahwa alam semesta ini berbentuk seperti terompet. Di mana pada bagian ujung belakang terompet tersebut merupakan alam semesta yang tidak bisa diamati (unobservable), sedang bagian depan, di mana bumi dan seluruh sistem tata surya berada merupakan alam semesta yang masih mungkin untuk diamati (observable).

Penelitian tersebut dilakukan menggunakan peralatan canggih milik NASA yang bernama "Wilkinson Microwave Anisotropy Prob" atau WMAP.

Bentuk Alam Semesta


Ada sebuah hadits panjang yang sangat menarik untuk kita cermati dalam kitab Tanbihul Ghofilin Jilid 1 hal. 60. Dalam kitab tersebut menjelaskan tentang kejadian kiamat yang pada bagian awalnya sangat menarik untuk dicermati.

Abu Hurairah ra berkata: Rasulullah saw bersabda: "Ketika Allah telah selesai menjadikan langit dan bumi, Allah menjadikan sangkakala (terompet) dan diserahkan kepada malaikat Israfil, kemudian ia letakkan dimulutnya sambil melihat ke Arsy menantikan bilakah ia diperintah".

Saya bertanya: "Ya Rasulullah apakah sangkakala itu?" Jawab Rasulullah: "Bagaikan tanduk dari cahaya." Saya bertanya: "Bagaimana besarnya?" Jawab Rasulullah: "Sangat besar bulatannya, demi Allah yang mengutusku sebagai Nabi, besar bulatannya itu seluas langit dan bumi, dan akan ditiup hingga tiga kali. Pertama: Nafkhatul faza' (untuk menakutkan). Kedua: Nafkhatus sa'aq (untuk mematikan). Ketiga: Nafkhatul ba'ats (untuk menghidupkan kembali atau membangkitkan)."

Dalam kalimat 'seluas langit dan bumi' dapat kita pahami sebagai ukurang yang sangat luas yang meliputi seluruh langit (lambang alam ghaib atau tak nyata) dan seluruh bumi (lambang alam nyata).

Dengan kata lain, terompet malaikat Isrofil itu membentang dari alam nyata hingga alam ghaib. Kedahsyatan tiupan sangkakala tersebut juga digambarkan dalam ayat berikut:

"Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri." [QS. An-Naml ayat 87]

Sungguh Maha Besar Allah yang memiliki Kerajaan Langit dan Bumi.

Beginilah Siklus Air Menurut Alquran

Air merupakan salah satu unsur terpenting bagi kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi. Bayangkan apabila air di bumi ini habis, tentu tidak akan ada makhluk hidup yang dapat bertahan hidup tanpa air. Namun Allah telah merancang siklus air di bumi ini sedemikian rupa sehingga manusia tetap bisa menikmati air hingga sekarang.

Sudah sejak lama ilmuwan menemukan cara kerja siklus air. Siklus air atau siklus hidrologi adalah sirkulasi air yang tidak pernah berhenti dari atmosfer ke bumi dan kembali ke atmosfer melalui kondensasi, presipitasi, evaporasi dan transpirasi.
Beginilah Siklus Air Menurut Alquran

Namun kali ini kita tidak akan membahas siklus air melalui kacamata ilmiah, namun kita akan melihat siklus air menurut Alquran, sebuah kitab suci yang diturunkan kepada seorang nabi yang tidak bisa baca tulis 1400 tahun silam dimana ilmu pengetahuan masih sangat terbelakang.

Dalam surat Al-Waqiah, Allah SWT berfirman:

"Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum." [QS. Al-Waqiah ayat 68]

"Kamukah yang menurunkannya atau Kamikah yang menurunkannya?" [QS. Al-Waqiah ayat 69]

Dan dalam ayat lain Allah juga berfirman:

"Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui." [QS. Al-Baqarah ayat 22]

Dalam ayat diatas, sangat jelas ditegaskan bahwa air yang kita minum adalah air yang berasal dari langit. Hal ini tentu sangat bersesuaian dengan hasil penelitian ilmiah modern.

Air tersebut adalah air hujan yang turun melalui pengedaran siklus air. Awalnya ia berevaporasi, kemudian jatuh sebagai presipitasi dalam bentuk hujan, salju, hujan es, dan salju, hujan gerimis atau kabut.

Allah juga menerangkan bagaimana siklus hujan di dalam Alquran dengan rinci. Beginilah tahapan-tahapan turunnya hujan menurut Alquran:

"Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya, tiba-tiba mereka menjadi gembira." [QS. Ar-Rum ayat 48]

Secara teknis, tentang apa yang di firmankan Allah di dalam Alquran sangat bersesuaian dengan hasil penelitian para ilmuwan. Ilmu sains menerangkan bahwa sebelum hujan terbentuk, terdapat beberapa tahap yaitu: 'bahan baku' hujan naik ke udara, kemudian terbentuklah awan, dan hingga turunlah hujan yang bisa kita lihat dan rasakan.

Air yang kita minum ini mungkin berasal dari sumur, sungai atau danau, namun Alquran menyebut air yang kita minum berasal dari hujan. Karena dari hujan inilah terbentuk sumber-sumber air yang akan mengaliri sungai-sungai, mengisi sumur-sumur, dan memenuhi danau. Tanpa air hujan, siklus air di planet bumi ini tidak akan berjalan.

Lalu bagaimana dengan air laut yang asin? Allah juga telah berfirman:

"Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur?" [QS. Al-Waqiah ayat 70]

Kata asin dalam ayat di atas masih berkaitan dengan siklus air. Ilmu pengetahuan modern membuktikan bahwa air sungai membawa bermacam-macam mineral ke laut, salah satunya ialah sodium klorida (garam). Pada saat air laut menguap, maka hanya airnya (H2O) saja yang menguap sedangkan garam tetap tertinggal.

Melalui proses siklus yang berulang selama jutaan tahun, maka air laut menjadi asin seperti sekarang. Di seluruh pelosok dunia, sungai mengirim sekitar 40 milyar ton garam ke laut setiap tahunnya.

Itulah siklus air menurut kitab suci yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Seseorang yang hidup sekitar 1400 tahun yang lalu dimana ilmu pengetahuan masih terbelakang. Bahkan ia adalah orang yang tidak bisa membaca dan menulis.

Lalu, bagaimana ia bisa menerangkan siklus air secara tepat dan akurat? hal ini membuktikan bahwa Muhammad hanyalah pembawa wahyu yang datang langsung dari Tuhan yang menciptakan bumi ini beserta isinya, yaitu Allah SWT.

Cari Blog Ini

Wikipedia

Hasil penelusuran